Isilah Hari dengan Istighfar

By Karno Nur Cahyo

27 May 2018

Terkadang kita lupa mengingat Allah S.W.T. disaat kita disibukan oleh kegiatan dunia kita, terkadang sholat 5 waktu pun yang sejatinya itu hukumnya WAJIB dengan mudahnya kita memundurkan waktu pelaksanaannya atau bahkan kita tinggalkan pelaksanaannya, hanya karena dituntut oleh pekerjaan duniawi yang sedang kita kerjakan.

Padahal perintahnya cukup jelas, di surat Q.S. Al-Baqarah ayat 43: \’Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ruku\’lah beserta orang-orang yang ruku\’.

Terkait kegiatan mengingat Allah S.W.T., dizikir juga salah satu cara yang efektif untuk membuat diri kita senantiasa mengingat Allah S.W.T., kali ini saya akan tuliskan sepenggal cerita tentang salah seorang penjual roti yang hidup di daerah Iraq, yang senantiasa mengingat Allah S.W.T., dia tiada henti-hentinya melafalkan istighfar dikala orang lain tidak bersapa gurau dengannya, saat dia bekerjapun lafal istighfar tak henti-hentinya diucapkan, dan di suatu ketika Allah S.W.T. memberikan hadiah atas keimanannya ini, jujur kisah ini membuat saya belajar juga akan pentingnya manusia selalu mengingat Allah S.W.T., dan kisah ini bagi saya secara pribadi dapat dijadikan rujukan untuk melakukan muhasabah diri/instropeksi diri, insha allah cerita ini bisa merubah perjalanan kehidupan kita kearah yang lebih baik. Amin.

Cerita ini dialami langsung oleh Imam Ahmad, Imam Ahmad saat berkunjung ke dataran Iraq.

\"\"

 

سُبْحَانَ اللّهُ DOA ITU SANGAT DAHSYAT.

Dinukil dari Kitab Manakib Imam Ahmad, kisah inspiratif ini dikemukakan oleh Imam Ahmad bin Hanbal Rohimahulloh (murid Imam Sya fi’i) dikenal juga sebagai Imam Hambali.

Dimasa akhir hidup beliau pernah bercerita “Satu waktu (ketika saya sudah usia tua) saya tidak tahu kenapa ingin sekali menuju satu kota di Iraq”. Padahal tidak ada janji sama seseorang dan tidak ada hajat apapun, akhirnya Imam Ahmad pergi sendiri menuju ke kota Bashroh di dataran Iraq, jika di gambar peta di atas berada di posisi bawah negara Iraq.

Beliau bercerita, “Begitu tiba disana sudah masuk waktu Isya, saya ikut sholat berjamaah isya di masjid di daerah tersebut, hati saya merasa tenang sekali, kemudian saya ingin beristirahat di masjid tersebut“. Begitu selesai sholat dan para jamaah sudah pergi dari masjid, Imam Ahmad ingin tidur di masjid, tiba-tiba marbot masjid datang menemui Imam Ahmad sambil bertanya “Kamu mau ngapain disini, syaikh.” (kata syaikh bisa dipakai untuk 3 panggilan, pertama bisa untuk orang tua, kedua untuk orang kaya, dan yang ketiga untuk orang yang berilmu, panggilan Syaikh di kisah ini adalah panggilan sebagai orang tua, karena marbot mengetahui ia sebagai orang tua).

Marbot tidak mengetahui kalau beliau adalah Imam Ahmad, dan Imam Ahmad pun tidak memperkenalkan siapa dirinya. Saat itu dii Iraq, semua orang kenal siapa Imam Ahmad, seorang ulama besar dan ahli hadits, sejuta hadits dihafalnya, sangat shalih dan zuhud. Zaman itu tidak ada foto sehingga orang tidak tau wajah/mukanya, tetapi nama beliau sudah sangat terkenal.

Di samping masjid ada rumah kecil si penjual roti (rumah kecil yang digunakan untuk membuat dan menjual roti). Penjual roti ini sedang membuat adonan, sambil melihat kejadian Imam Ahmad yang didorong-dorong oleh marbot tadi. Ketika Imam Ahmad sampai di jalanan, penjual roti itu memanggil dari jauh, “Mari syaikh, anda boleh menginap ditempat saya, saya punya tempat, meskipun kecil”. Kata imam Ahmad “Baik” Imam Ahmad masuk ke rumahnya, duduk di belakang penjual roti yang sedang membuat roti (dengan tetap tidak memperkenalkan siapa dirinya, hanya bilang sebagai musafir).

\"\"

 

Penjual roti ini punya perilaku yang berbeda dari kebanyakan orang, jikalau imam Ahmad mengajak berbicara maka dia akan menjawabnya. Kalau tidak, dia terus membuat adonan roti sambil melafalkan istighfar, “Astaghfirulloh“. Saat memberi garam, astaghfirulloh, menecah telur astaghfirulloh, mencampur gandum astaghfirulloh. Dia senantiasa mendawamkan istighfar. Sebuah kebiasaan mulia. Imam Ahmad selalu memperhatikan tingkah laku pemuda tersebut. Lalu Imam Ahmad bertanya “Sudah berapa lama kamu melakukan ini?” Orang itu menjawab, “Sudah lama sekali syaikh, saya menjual roti sudah 30 tahun, jadi semenjak itu saya coba dawamkan istighfar ini“. Imam Ahmad bertanya “Apa hasil dari perbuatanmu ini?” Orang itu menjawab “(lantaran wasilah istighfar) tidak ada hajat yang saya minta, kecuali pasti dikabulkan Allah S.W.T., semua yang saya minta alhamdulillah langsung diwujudkan.”

Nabi Shalallohu alaihi wasallam pernah bersabda “Siapa yang menjaga istighfar, maka Allah akan menjadikan jalan keluar baginya dari semua masalah dan Allah akan berikan rizki dari jalan yang tidak disangka-sangkanya”.

Lalu orang itu melanjutkan “Semua dikabulkan Alloh kecuali satu satu syaikh, masih satu yang belum Allah berikan.”
Imam Ahmad penasaran dan lantas bertanya “apa itu yang kamu minta dan belum diberikan?”
Kata orang itu “Saya minta kepada Allah S.W.T. supaya dipertemukan dengan Imam Ahmad”.
Seketika itu juga Imam Ahmad bertakbir “Allahu Akbar..!
Allah telah mendatangkan saya jauh-jauh dari Bagdad pergi ke Bashroh dan bahkan sampai didorong-dorong oleh marbot masjid itu sampai ke jalanan, ternyata karena istighfarmu.”
Penjual roti itu terperanjat, memuji Allah S.W.T., ternyata yang di depannya adalah Imam Ahmad.

Ia pun langsung memeluk dan mencium tangan Imam Ahmad. Amalan yang dilakukan oleh tukang Roti tersebut adalah amalan yang baik. Bahkan Imam Ahmad pun tak melarang dan bahkan takjub akan keisitiqomahan pedagang roti tersebut mendawamkan istighfar dalam ‘setiap keadaannya’.

 

Rasulullah S.A.W. bersabda:

“Barangsiapa memperbanyak istighfar (mohon ampun kepada Allah S.W.T.), niscaya Allah S.W.T. menjadikan baginya pada setiap kesedihannya jalan keluar dan pada setiap kesempitan ada kelapangan dan Allah S.W.T. akan memberinya rezeki (yang halal) dari arah yang tiada disangka-sangka.”

(HR. Ahmad, Abu Dawud, dan Ibnu Majah).

About Karno Nur Cahyo

2 thoughts on “Isilah Hari dengan Istighfar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *